Senin, 12 November 2012

Mekanika Percobaan 1

Penentuan Percepatan Gravitasi Bumi Dengan Metode Ayunan Bandul
A.  Tujuan
Eksperimen ini bertujuan untuk:
1.    Menentukan besar percepatan gravitasi bumi dengan metode ayunan bandul untuk beban yang berbeda.
2.    Menyelidiki panjang tali terhadap besarnya periode osilasi bandul.
3.    Menyelidiki pengaruh besar simpangan awal dan jenis beban terhadap besarnya nilai “g” yang diperoleh.

B.  Alat dan Bahan

Alat dan Bahan
Fungsi
Statif dan Klep
Tempat untuk menggantungkan beban atau sebagai penyangga
Penggaris Logam
Sebagai alat untuk mengukur
Jepit Penahan
Sebagai penjepit agar tali dapat bergantung dengam baik
Tali Nilon
Untuk mengikat Beban yang akan diamati
Busur derajat
Untuk mengukur besarnya sudut simpangan
Stopwatch
Untuk menghitung periode osilasi bandul
Bola Plastik Berongga
Sebagai bahan yang akan diamati
Boal besi Pejal
Sebagai bahan yang akan diamati.


C.  Landasan Teori
Bandul sederhana ( Simpel Pendulum ) adalah benda ideal yang terdiri dari sebuah titik massa. jika bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya dan dilepasakan, maka bandul akan berayun dalam bidang vertical karena pengaruh gravitasi. Gerakannya merupakan gerak osilasi dan jika bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya dan dilepasakan, maka bandul akan berayun dalam bidang vertical karena pengaruh gravitasi. Gerakannya merupakan gerak osilasi dan gerak periodic. Sebuah bandul yang panjangnya I dengan masa partikelnya m membentuk sudut Ө dengan vertical. Gaya yang bekerja pada m adalah mg, yaitu gaya gravitasi dan T tegnagnan tali. Pilihlah sumbu-sumbu yang menyinggung lingkaran geark dan gaya yang berarah sepanjang jari-jari. Uraikan mg atas komponen radial, dengan besar mg cos Ө dan komponen tangensial dengan besar mg sin Ө. Komponen radial dari gaya tersebut member sumbangan paa gaya sentripetal yang dibutuhkan agar benda tetap bergerak pada busur lingkaran. Komponen tangensialnya bertindak sebagai gaya pemulih yang bekerja pada m untuk mengebalikannya ke titik seimbang. Jadi gaya pemulihnya adalah
F = -mg sin Ө
Untuk simpangan yang kecil gaya pemulihnya sebanding dengan simpangan dan berlawanan arah. Ini tidak lain daripada kriteria gerak harmonik sederhana. Konstanta mg/l menyatakan konstanta k dalam F = -kx. Periksalah bagaimana dimensi k dan mg/l. jadi periode bandul sederhana jika amplitudonya kecil adalah
T = 2π   = 2π   atau T = 2π  
Karena periode bandul sederhana ini tidak praktis tidak beragantung pada amplitudo, maka bandul ini sangat beramnfaat untuk penjaga waktu. Walaupun gaya redaman mengurangi amplitudo ayunan, periodenya dapat dikatakan hamper tidak berubah ( Haliday dan Resnick: 459-461 ).
Sebuah bandul sederhana terdiri dari sebuah benda kecil (beban bandul) yang digantungkan pada seutas tali ringan. kita mengandaikan bahwa tali tidak mengalami tarikan dan massanya dapat di abaikan  relatif terhadap benda. Gerak sebuah bandul sederhana maju mundur dengan gesekan yang dapat di abaikan mirip dengan gerak selaras sederhana, bandul berosilasi sepanjang busur lingkaran dengan amplitudo yang sama pada titik kesetimbangan  (dimana bergantung secara vertikal ) dan ketika melewati titik kesetimbangan  ia mempunyai laju yang maksimum.
Gambar 1.


Pergeseran bandul sepanjang sumbu x diberikan oleh x = LӨ, dengan Ө dalah sudut yang dibuat oelh tali dengan garis vertical titik kesetimbangan. Dengan demikian jika gaya pemulih sebanding dengan x atau Ө, maka gerak tersebut adalah selaras sederhana. Gaya pemulih adalah komponen berat mg, tangensial terhadap busur
Jika Ө kecil, kemudia sinus  hamper  yang kemudian dinyatakan dalam radian, maka panjang busur  adalah hampir sama dengan panjang tali = L sin Ө. Dengan demikian untuk pendekatan yang sangat bagus adalah untuk sudut kecil.
Dengan mengguakan , maka diperoleh
Dan karena merupakan getaran selaras sederhana, yang mengikuti formulasi Hukum Hooke f = -kx dengan k = mg/L sehingga diperoleh
( Anonim: 1-2 ).
Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Dalam bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei, bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan, T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi. Gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi pendulum (bandul). Pendulum sederhana terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola kecil (bola pendulum) bermassa m yang digantungkan pada ujung tali, gaya gesekan udara kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan relatif terhadap bola. Dengan bandulpun kita dapat mengeahui grafitasi di tempat bandul tersebut diuji Bandul sederhana adalah sebuah benda kecil, biasanya benda berupa bola pejal, digantungkan pada seutas tali yang massanya dapat diabaikan dibandingkan dengan massa bola dan panjang bandul sangat besar dibandingkan dengan jari-jari bola. Ujung lain tali digantungkan pada suatu penggantung yang tetap, jika bandul diberi simpangan kecil, dan kemudian dilepaskan, bandul akan berosilasi (bergetar) di antara dua titik, misalnya titik A dan B, dengan periode T yang tetap. Seperti sudah dipelajari pada percobaan mengenai, getaran, satu getaran (1 osilasi) didefinisikan sebagai gerak bola dari A ke B dan kembali ke A, atau dari B ke A dan kembali ke B, atau gerak dari titik a ke A ke B dan kembali ke titik Ө. Ada beberapa parameter (atau variabel) pada bandul, yaitu periodenya (T), massa bandul (m), dan simpangan sudut (Ө) panjangnya ( s ). Selain itu juga benda akan mengalami gerak periodic, yaitu gerak yang berulang dalam selang waktu yang sama. Seperti akan kita lihat nanti, pergeseran partikel yang bergerak periodik selalu dapat dinyatakan dalam fungsi sinus dan cosines. Karena pernyataan yang memuat fungsi ini diberi istilah harmonik maka gerak ini sering disebut gerak harmonik. Jika suatu partikel dalam gerak periodic bergerak bolak-balik melalui lintasan yang sama, maka gerak inilah yang dinamakan dengan gerak osilasi atau vibrasi atau getaran (Giancoli: 179-192 )
Apabila keadaan awal dari suatu sistem fisis diketahui, maka seseorang dapat menghitung lintasan ayunan sebuah bandul, gerak bola golf dan bahkan orbit suatu satelit di angkasa. Hal ini memang menjadi cirri khas mekanika klasik. Dalam ungkapan Pierre Simon de Laplace, sahabat karib sang kaisar Perancis Napoleon Bonaparte, berikan aku keadaan awal alam semesta ini, maka aku akan mengatakan bagaimana alam semesta ini di masa depan. Namun, ternyata ”sesumbar” ini terpaksa berhenti ketika fisikawan sampai pada kajian-kajian mikroskopis, mekanika kuantum. Bahkan sejatinya, sebelum sampai mekanika kuantum pun, ada halangan yang sangat mendasar dalam peramalan masa depan, yakni balau (chaos1). Setidaknya ada 2 aspek penting dalam balau. Aspek pertama, keadaan yang sepenuhnya tidak teratur alias kacau. Dalam situasi yang demikian, tentu saja masa depan akan menjadi kabur. Oleh karena itu, dalam system balau tidak dikenal adanya perulangan, tetapi sistem akan terus menampilkan keadaan yang terus berbeda. Dengan demikian, gerak akan tampak seolah sepenuhnya acak dan tak teratur. Akan tetapi, gerak balau jauh dari kekacauan total dan acap kali justru menampilkan suatu struktur tertentu yang segera terlihat dengan mudah. Aspek kedua, sensitifitas ekstrim terhadap syarat-syarat awal. Ini dapat diibaratkan seperti upaya untuk menegakkan sebatang jarum jahit. Ketika jarum sudah benar-benar tegak, maka jarum akan sangat sensitif terhadap gangguan kecil keadaan-keadaan yang melingkupinya. Hembusan angin yang ringan saja akan sangat mengganggu kesetimbangan jarum dan ia akan sulit diramal akan jatuh ke mana. Oleh karenanya, dalam balau, perbedaan kecil dalam keadaan awal akan memberikan perbedaan yang luar biasa besar pada masa berikutnya. Sifat-sifat dasar sistem balau, yakni keteraturan dalam ketidakteratu-ran dan sensitifitas terhadap syarat-syarat awal, dapat dilihat secara gam-blang meskipun dalam sebuah sistem fisis yang sederhana ( http: /gampangingat. wordpress. com/contoh-laporan-fisika-mengenai-bandul/html ).
Ayunan fisis ( bandul ) dapat digunakan dalam percobaan untuk menentukan percepatan gravitasi. Prosedur kerjanya adalah dengan menggunakan sebuah beban yang dipasang pada sebuah batang sebagai porosnya. Untuk mendapatkan data yang bervariasi letak beban diubah-ubah sehingga jarak kepusat masa (a) berbeda-beda. Kemudian beban diayunkan dan dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 20 kali ayunan. Data-data hasil percobaan diatas digunakan untuk menentukan percepatan gravitasi (g). Pada ayunan sederhana masa beban dan tali dapat diabaikan.

Dimana :       g  =  percepatan gravitasi ( m/s2 )
l =  panjang tali (m)
T =  peride (sekon)
Ө = besar simpangan
m = massa beban ( kg )
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kesalahan ini, selain karena adanya kurang teliti dalam pengambilan data, ada kemungkinan kesalahan dalam menggunakan rumus. Secara teori pada bandul fisis berat beban tidak diabaikan begitu juga dengan berat batang sebagai lengan ayun. Tapi pada penuntun praktikum berat beban dan batang diabaikan. Ditinjau dari segi grafik, pada percobaan dengan ayunan sederhana dapat dianalisa bahwa kuadrat waktu ayun berbanding lurus dengan panjang tali yang digunakan. Sedangkan dengan ayunan fisis dapat dianalisa bahwa waktu ayun berbanding lurus dengan jarak ke pusat masa (Wibawa: 17-21 ).

D.  Prosedur Percobaan
Adapun prosedur percobaan adalah sebagai berikut:
1.    Mengikat beban dengan menggunakan tali
2.    Menggantungkan beban pada stand dengan panjang tali 50 cm
3.    Member simpangan awal ( jarak dari titik kesetimbangan ) sebesar 20o dan menentukan waktu untuk beban berisolasi sebanyak 10 kali dengan menggunaka stopwatch
4.    Mengulangi langkah ( 2 ) dengan mengunakan simpangan 30o dan 40o
5.    Mengulangi langkah 2 dan 3 dengan menggunakan panjang tali 60 dan 70 cm
6.    Mengulangi langkah 2, 3 4 dan 5 dengan menggunakan beban yang lain.

E.  Data Pengamatan
Ø Bola Plastik Pejal
NO
Besar Simpangan
Panjang Tali
( m )
Ayunan
( n )
Waktu
t1
t2
t3
1
20o
0,5
10
14,89
15,20
14,42
14,84

30o
13,29
14,12
14,79
14,07

40o
14,18
14,62
14,55
14,45
2
20o
0,6
10
15,66
15,55
16,69
15,97

30o
15,58
15,75
15,68
15,67

40o
16,12
16,07
16,13
16,11
3
20o
0,7
10
17,19
17,05
16,39
16,88

30o
17,23
17,00
17,23
17,15

40o
17,02
16,89
17,36
17,09






Ø  Bola Plastik Berongga
NO
Besar Simpangan
Panjang Tali
( cm)
Ayunan
( n )
Waktu ( t )
t1
t2
t3

20o
50
10
13,99
13,98
14,11
14,03

30o
14,19
14,10
14,11
14,13

40o
13,62
14,18
14,45
14,08

20o
60
10
15,06
15,36
15,73
15,38

30o
16,17
15,48
16,09
15,91

40o
15,66
15,73
15,83
15,74

20o
70
10
16,83
17,48
17,25
17,19

30o
16,38
16,88
16,66
16,64

40o
15,66
15,73
15,83
15,74

F.   Analisis Data

Menentukan nilai Periode (T)
Ø  Secara Praktek

Bola Plastk Pejal
1.      Untuk, L  =  0,5  m
a.       20o,      T  =    =  1,484 s
b.      30o,      T  =    =  1,407 s
c.       40o,      T  =    =  1,445  s
2.      Untuk, L  =  0,6  m
a.       20o,      T  =      =  1,597 s
b.      30o,      T  =          =  1,551 s
c.       40o,      T  =      =  1,611 s
3.      Untuk L = 0,7  m
a.       20o,      T  =      =  1,688 s
b.      30o,      T  =      =  1,715 s
c.       40o,      T  =        =    1,709  s
Bola Plastik Berongga
1.      Untuk  L  =  0,5  m
a.       20o,      T  =      =  1,403 s
b.      30o,      T  =      =  1,413 s
c.       40o,      T  =      =  1,408 s
2.      Untuk  L  =  0,6  m
a.       20o,      T  =      =  1,538 s
b.      30o,      T  =      =  1,591 s
c.       40o,      T  =      =  1,574 s
3.      Untuk  L  =  0,7  m
a.       20o,      T  =      =  1,719 s
b.      30o,      T  =      =  1,644 s
c.       40o,      T  =      =  1,574 s


Ø  Menentukan Nilai T Secara Teori
T  =  2π  
1.      Untuk  L  =  0,5  m
T  =  2 ( 3,14 )    =  1,418 s
2.      Untuk  L  =  0,6  m
T  =  2 ( 3,14 )    =  1,553 s
3.      Untuk  L  =  0,7  m
T  =  2 ( 3,14 )    =  1,678 s
Ø  Menentukan Nilai Percepatan Gravitasi ( g )  
Secara Praktek
Untuk Bola Plastik Pejal
1.      Untuk  L  =  0,5  m
2.      Untuk L = 0,6 m
3.      Untuk L = 0,7 m

Untuk Bola Pejal Besi
untuk L =  0,5 m
1.      Untuk  L  =  0,5  m
2.      Untuk L = 0,6 m
3.      Untuk L = 0,7 m
Secara Teori
Untuk Bola Plastik Pejal
Untuk L = 0,5 m
Untuk L = 0,6 m
Untuk L = 0,7 m
Untuk Bola Besi Pejal
Untul L = 0,5 m
Untuk L = 0,6 m
Untuk L = 0,7 m


Ø  Menentukan Kecepatan
Untuk  L = 0,5  m
Untuk L = 0,6 m
Untu L = 0,7  m


Ø  Grafik hubungan antara L dengan T2
1.      Bola Plastik Pejal
Untuk





Untuk
Untuk





2.      Bola Plastik Berongga
Untuk
Untuk




Untuk












G.  Pembahasan
Bandul sederhana (Simpel Pendulum) adalah benda ideal yang terdiri dari sebuah titik massa. Jika bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya dan dilepasakan, maka bandul akan berayun dalam bidang vertikal karena pengaruh gravitasi. Gerakannya merupakan gerak osilasi dan gerak periodik. Dimana gerak periodik merupakan gerak bolak-balik sebuah benda atau partikel per satuan waktu. Sedangkan gerak osilasi adalah gerak periodik yang dilakukan oleh sebuah benda atau partikel pada lintasan yang sama. Dimana gerak osilasi ini dipengaruhi oleh besar simpangan tali dan juga dipengaruhi oleh percepatan gravitasi. Selain itu pada percobaan ayunan bandul ini, juga bekerja gaya pemulih yang bekerja pada benda yang nantinya akan membuat benda yang digantung tersebut kembali ke titik setimbangnya. Sebuah bandul sederhana terdiri dari sebuah benda kecil (beban bandul) yang digantungkan pada seutas tali ringan. kita mengandaikan bahwa tali tidak mengalami tarikan dan massanya dapat di abaikan  relatif terhadap benda. Gerak sebuah bandul sederhana maju mundur dengan gesekan yang dapat di abaikan mirip dengan gerak selaras sederhana, bandul berosilasi sepanjang busur lingkaran dengan amplitudo yang sama pada titik kesetimbangan  (dimana bergantung secara vertikal ) dan ketika melewati titik kesetimbangan  ia mempunyai laju yang maksimum. Ayunan fisis ( bandul ) dapat digunakan dalam percobaan untuk menentukan percepatan gravitasi. Prosedur kerjanya adalah dengan menggunakan sebuah beban yang dipasang pada sebuah batang sebagai porosnya. Untuk mendapatkan data yang bervariasi letak beban diubah-ubah sehingga jarak kepusat masa (a) berbeda-beda. Kemudian beban diayunkan dan dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 20 kali ayunan.
Dalam percobaan ini, kami menghitung besarnya gaya gravitasi bumi dengan metode ayunan bandul untuk beban yang berbeda, menyelidiki pengaruh panjang tali terhadap besarnya periode osilasi bandul dan  menyelidiki pengaruh besar simpangan awal dan jenis beban terhadap besarnya nilai g yang diperoleh.
Pada percobaan pertama, yaitu penentuan percepatan gravitasi bumi dengan menggunakan bola plastic pejal dan boal plastic berongga. Data pengamatan menunjukan ketidak stabilan suatu waktu  (t) dimana pengukuran waktu tidak sesui dengan yang praktekan maka digunakan 3 waktu yang digunakan guna untuk mengantisipasi kesalahan waktu yang akan di praktekkan. Dari hasil percobaan pertama untuk ayunan bandul untu bola plastik pejal dengan sudut simpangan 20o dengan 10 ayunan dengan panjang tali 50 cm atau 0,5 m maka di peroleh nilai untuk periodenya (T) = 0,484 s untuk  30o = 0,407  s dan untuk 40o = 0,445 s sehingga bisa disimpulkan bahwa semakin besar sudut simpangan yang diberika pada ayunan bandul tersebut maka semakin besar pula periode yang dihasilkannya. Semakin penjang tali pada ayunan bandul maka semakin lambat pula periode yang dihasilkannya, sehingga semakin panjang talinya maka semakin lama akan berayun pada bandul tersebut. Begitu pula dengan jarak 0,6 m dan 0,7 m.
Sedangkan dengan menggunakan ayunan bandul dengan benda pejal dari besi ini memiliki nilai yang berbeda terhadap pengatuh periodenya. Nilai yang dihasilkannya yaitu untuk sudut simpangan 20o – 40o dengan panjang tali 0,5 m memberikan nilai periodenya sebesar 1,403 s – 1,408 s maka  semakin besar sudutnya maka semakin cepat pula dia berayun dan berbanding lurus dengan waktu yang diberikannya. Pada jarak 0,6 dengan sudut simpangan 20o – 40o maka nilai periodenya sebesar 1,534 – 1,573 maka semakin panjang tali ayunan pada bandul akan semakin lambat bandul berayun. Dan periodenya semakin besar. Begitu pula dengan jarak 0,7 m, maka akan semakin lambat dari jarak-jarak 0,5 m dan 0,6 m.
Dibandingkan dengan bola pejal pada plastik dan bola pejal pada besi maka dari kedua benda yang cepat yaitu pada bola pejal pada plastik karena berat benda pada lastik lebih ringan dibandingkan dengan bola pejal pada plastik sehingga berat benda berpengaruh pada gaya gravitasi.




H.    Kesimpulan
Adapun keismpulan yang kami peroleh dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
a.    Besar percepatan gravitasi bumi dengan metode ayunan bandul untuk beban yang berbeda adalah berbanding terbalik dengan massa beban dan sinus dari sudut yang digunakan tali, dan berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada beban tersebut.
b.    Panjang tali sangat mempengaruhi besarnya periode osilasi bandul. Dimana semakin panjang tali yang digunakan maka, semakin besar pula periode osilasi bandul.
c.    Semakin besar simpangan awal maka semakin kecil nialai g yang diperoleh, begitu juga dengan jenis beban yang digunakan. Semakin besar massa jenis beban yang digunakan, maka semakin kecil nila g yang diperoleh.
I.     Saran
Adapun saran yang ingin saya ajukan pada kesempatan kali ini adalah saya harap agar asisten mampu membuat setiap praktikan untuk dapat aktif dalam setiap kegiatan praktikum, agar praktikan tidak melakukan kegiatan-kegiatan lain, selain kegiatan praktikum sehingga kegiatan praktikum dapat berjalan lebih efektif dan efisien.